Percobaan 2 Kondisi 8





1. Prosedur [Kembali]

  1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan pada saat praktikum seperti harga STM32f103c8t6, IR sensor, touch sensor, jumper, breadboard, resistor, switch, buzzer
  2. Rangkai sesuai gambar percobaan
  3. Buka software STM32CubeIDE pada bagian main.h dan main.c copy listing program yang ada di modul kemudian paste ke main.h dan main.c di STM32CubeIDE
  4. Kemudian sambungkan STM32f103c8t6 ke laptop
  5. Run program di STM32CubeIDE kemudian simulasikan rangkaian apakah sudah sesuai dengan kondisi yang diinginkan

2. Hardware dan Diagram Blok [Kembali]

1. STM32 Nucleo G474RE


Microcontroller

STM32G474RE (ARM Cortex-M4F)

Operating Voltage

3.3 V

Input Voltage (recommended)

5 V via USB (ST-LINK) atau 7–12 V via VIN

Input Voltage (limit)

4.5  15 V (VIN board Nucleo)

Digital I/O Pins

±51 GPIO pins (tergantung konfigurasi fungsi)

PWM Digital I/O Pins

Hingga 24 channel PWM (advanced, general-purpose, dan high-resolution timers)

Analog Input Pins

Hingga 24 channel ADC (12-bit / 16-bit dengan oversampling)

DC Current per I/O Pin

Maks. 20 mA per pin (disarankan  8 mA)

DC Current for 3.3V Pin

Hingga ±500 mA (tergantung regulator & sumber daya)

Flash Memory

512 KB internal Flash

SRAM

128 KB SRAM (termasuk CCM RAM)

Clock Speed

Hingga 170 MHz

2. LDR Sensor

LDR atau Light Dependent Resistor adalah jenis resistor yang nilai hambatannya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya yang mengenai permukaannya, di mana prinsip kerjanya didasarkan pada fotokonduktivitas yang menyebabkan resistansi menurun saat terkena cahaya terang dan meningkat saat kondisi gelap. Dalam implementasinya pada mikrokontroler, LDR biasanya disusun menggunakan rangkaian pembagi tegangan agar perubahan intensitas cahaya dapat terbaca sebagai sinyal tegangan analog melalui fitur ADC. Sinyal digital hasil konversi tersebut kemudian digunakan oleh sistem untuk mengambil keputusan otomatis, seperti mengatur tingkat kecerahan lampu melalui PWM atau mendeteksi kondisi siang dan malam pada sistem penerangan pintar.

                                                                

3. Push Button 

Push button adalah komponen sakelar sederhana yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik dalam suatu rangkaian dengan cara menekan tombolnya. Pada penggunaan mikrokontroler, komponen ini berperan sebagai perangkat input digital yang bekerja berdasarkan prinsip logika high atau low, di mana status penekanannya dapat dibaca oleh pin GPIO atau digunakan untuk memicu mekanisme interrupt eksternal. Agar pembacaan sinyal tetap stabil dan terhindar dari kondisi floatingpush button biasanya dikonfigurasi menggunakan resistor pull-up atau pull-down yang memastikan level tegangan input tetap berada pada kondisi logika yang jelas saat tombol tidak sedang ditekan.

                                                         

4. Motor Servo

Motor servo adalah perangkat aktuator yang dirancang dengan sistem umpan balik tertutup (closed loop) untuk mengendalikan posisi sudut, kecepatan, dan akselerasi poros secara presisi. Komponen ini bekerja berdasarkan sinyal kontrol PWM (Pulse Width Modulation), di mana lebar pulsa yang diberikan ke pin kontrol akan menentukan posisi derajat putaran porosnya, seperti pulsa 1 ms untuk posisi 0 derajat dan 2 ms untuk 180 derajat. Di dalam motor servo terdapat potensiometer internal yang berfungsi mendeteksi posisi poros saat ini dan mengirimkan informasi tersebut ke rangkaian kontrol untuk memastikan poros berhenti tepat pada sudut yang diinginkan, sehingga sangat ideal digunakan pada sistem robotika, kendali kemudi, maupun penggerak mekanik yang membutuhkan akurasi tinggi.

                                                    

5. Breadboard

Breadboard adalah papan sirkuit tanpa solder yang digunakan sebagai media untuk merakit dan menguji purwarupa rangkaian elektronik secara sementara. Papan ini memiliki lubang-lubang koneksi yang terhubung secara internal (horizontal di bagian tengah dan vertikal di jalur daya samping) sehingga memudahkan pengguna untuk menghubungkan sensor, mikrokontroler, dan komponen lainnya dengan kabel jumper. Penggunaan breadboard sangat efisien dalam tahap pengembangan karena memungkinkan komponen untuk dilepas dan dipasang kembali dengan mudah tanpa merusak jalur sirkuit.

                                              

6. Adaptor
Adaptor berfungsi sebagai perangkat catu daya yang mengubah tegangan listrik AC dari sumber utama menjadi tegangan DC yang stabil sesuai dengan kebutuhan level tegangan operasional sistem mikrokontroler.
                                                            

3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [Kembali]


Prinspi Kerja: 
Prinsip kerja rangkaian kontrol jemuran otomatis ini dimulai dengan sensor LDR yang mendeteksi intensitas cahaya matahari dan mengirimkan sinyal analog ke mikrokontroler untuk dikonversi menjadi data digital melalui fitur ADC. Data tersebut kemudian diolah oleh program untuk menentukan posisi motor servo sebagai penggerak jemuran; saat kondisi terang, mikrokontroler mengirimkan sinyal PWM agar servo berputar menempatkan jemuran di luar atap, sementara pada kondisi cahaya sedang, servo akan bergeser ke posisi setengah terbuka, dan saat kondisi gelap, servo akan bergerak secara otomatis untuk menarik jemuran ke dalam atap. Seluruh sistem ini bekerja secara kontinu untuk memastikan perlindungan jemuran berdasarkan perubahan intensitas cahaya di lingkungan sekitar secara real-time.

4. Flowchart dan Listing Program [Kembali]

5. Video Demo [Kembali]

6. Kondisi [Kembali]

Percobaan 2 Kontrol jemuran otomatis

Kondisi 8 : Buatlah rangkaian dengan kondisi ketika sensor cahaya (LDR) mendeteksi lingkungan terang, maka jemuran berada di luar atap. Jika cahaya sedang, jemuran berada pada posisi setengah terbuka, dan jika gelap, jemuran berada di dalam atap.

7. Video Simulasi [Kembali]

8. Download File [Kembali]














Komentar

Postingan populer dari blog ini