Sistem Kontrol pH dan Nutrisi pada Smart Akuaponik Berbasis IoT Menggunakan Metode Threshold-Based Control
1. Judul
Sistem Kontrol pH dan Nutrisi pada Smart Akuaponik Berbasis IoT Menggunakan Metode Threshold-Based Control
2. Abstrak
3. Pendahuluan
latar belakang
Akuaponik merupakan sistem pertanian berkelanjutan yang
mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu ekosistem resirkulasi
air, menjadi solusi strategis di tengah penyusutan lahan perkotaan dan
ketidakefisienan metode konvensional dengan keunggulan hemat air hingga 97%
Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam
mengotomatisasi sistem akuaponik telah menjadi fokus utama dalam berbagai studi
terdahulu guna meminimalisir intervensi manual yang tidak akurat. Salah satu
referensi penelitian sebelumnya merancang sistem kontrol pH dan suhu air
berbasis mikrokontroler ESP32 yang menggunakan aplikasi Telegram sebagai media
pengiriman notifikasi kondisi kritis secara real-time
Metode
Threshold-Based Control merupakan sistem kendali yang beroperasi
berdasarkan nilai ambang batas (set point) sistematis, di mana aktuator
hanya akan teraktivasi apabila hasil pembacaan sensor berada di luar rentang
parameter hara yang optimal
Berdasarkan
uraian tersebut, penelitian ini mengusulkan sebuah solusi otomatisasi melalui
Tugas Akhir berjudul “Sistem Kontrol pH dan Nutrisi pada Smart Akuaponik
Berbasis IoT Menggunakan Metode Threshold-Based Control”. Sistem ini dirancang
untuk meregulasi stabilitas derajat keasaman (pH) dan kepekatan nutrisi secara
otomatis dengan mengimplementasikan metode Threshold-Based Control, di
mana pemompaan larutan asam-basa atau nutrisi hanya akan teraktivasi apabila
hasil pembacaan sensor berada di luar rentang nilai ambang batas (set point)
yang telah ditetapkan secara sistematis
rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di atas, rumusan
masalah yang didapatkan adalah :
1.
Bagaimana merancang dan
membangun sistem kontrol pH serta nutrisi otomatis pada smart akuaponik
berbasis IoT secara real-time?
2.
Bagaimana mengimplementasikan
metode Threshold-Based Control untuk menjaga stabilitas pH dan kepekatan
nutrisi berdasarkan set point?
3.
Bagaimana efektivitas dan
akurasi sistem berbasis IoT ini dalam menjaga kualitas air serta meminimalisasi
human error?
4.
Bagaimana respons sistem dalam
mengotomatisasi pemberian nutrisi yang presisi sesuai dengan fase pertumbuhan
tanaman selada?
tujuan penelitian
Tujuan penelitian dari tugas
akhir ini adalah :
1. Merancang arsitektur sistem kontrol
pH dan nutrisi smart akuaponik berbasis IoT untuk pemantauan kualitas air
secara real-time.
2. Mendapatkan mekanisme kontrol
otomatis berbasis Threshold-Based Control yang presisi dalam menjaga
stabilitas pH dan nutrisi sesuai set point.
3. Mendapatkan data efektivitas dan
akurasi sistem dalam menjaga parameter air guna memitigasi risiko kegagalan
akibat human error.
4.
Membandingkan
dengan penelitian sebelumnya.
4. Studi Literatur & Tabulasi
No | Penulis & Tahun | Judul Artikel / Sumber | Metode / Teknologi | Kontribusi Utama / Fokus |
|---|---|---|---|---|
1 | Umar dkk. (2024) | Rancang Bangun Sistem Kontrol dan Monitoring pH, Suhu Air dan TDS pada Sistem Akuaponik Berbasis IoT | ESP32, Cloud Antares, Rule-Based Control | Keberhasilan kontrol parameter nutrisi 100% dan monitoring via web. |
2 | Pramana dkk. (2025) | Teknologi Pemberian Nutrisi Ikan Lele dan Tanaman Kangkung pada Sistem Aquaponik Menggunakan Teknologi IoT | ESP32, ThingSpeak, RTC DS3231 | Integrasi monitoring pH/suhu dengan penjadwalan pakan otomatis via servo. |
3 | Shobihah dkk. (2022) | Produktivitas Budidaya Ikan dalam Berbagai Konstruksi Sistem Akuaponik (Review) | Studi Literatur Eksploratif | Konstruksi NFT/DFT terbukti paling efektif mereduksi amonia berbahaya. |
4 | Widyadari & Sultoni (2026) | Implementasi Sistem Kontrol dan Monitoring PH dan Suhu Air Pada Sistem Smart Aquaponic Berbasis ESP32 | ESP32, Telegram Bot, RAS | Akurasi sensor pH mencapai 92-95% dengan notifikasi real-time via Telegram. |
5 | Fikri (2022) | Pengaruh Nutrisi Bagi Pertumbuhan Tanaman | Eksperimental Terkontrol | Data dampak kekurangan unsur hara mikro terhadap kegagalan vegetatif. |
6 | Ashari & Mujianto (2025) | Implementasi IoT dan Fuzzy Mamdani untuk Pengendalian pH dan Nutrisi dalam Pertanian Hidroponik | Arduino Uno, Blynk, Fuzzy Mamdani | Akurasi pengukuran pH sangat tinggi (98,93%) melalui logika cerdas. |
7 | Hidayanti dkk. (2019) | Implementasi Panel Surya Sebagai Sumber Energi pada Sistem Kendali pH dan Nutrisi | Panel Surya 50 WP, Aki, IoT | Kemandirian energi surya untuk operasional sistem kendali nutrisi mandiri. |
8 | Winata (2021) | Perancangan Sistem BCI Menggunakan Metode Threshold | Threshold-Based Control | Dasar logika kendali ambang batas untuk pengambilan keputusan otomatis. |
9 | Juwiantho & Gregoryan (2019) | Sistem Kontrol dan Monitoring Ph Air serta Kepekatan Nutrisi pada Hidroponik DFT | Teknik DFT, Sensor pH/TDS | Pengendalian hara presisi pada sistem DFT melalui dashboard website. |
10 | Mas’ud & Astutik (2026) | Rancang Bangun Sistem Monitoring dan Kontrol Akuaponik Berbasis IoT | ESP32-S3, HTTP POST, Logika Fuzzy | Fokus pada manajemen data sensor melalui arsitektur IoT yang responsif. |
11 | Aziezah dkk. (2023) | Sipekernik: Sistem Pemantau Kekeruhan Air dan Pengairan pada Akuaponik | Sensor Turbidity, Water Level | Sirkulasi air otomatis berdasarkan tingkat kekeruhan visual kolam ikan. |
12 | Farid dkk. (2021) | Pemanfaatan Lahan Perkotaan Untuk Aplikasi Budidaya Ikan Gabus Dengan Sistem Akuaponik | Akuaponik Ikan Gabus | Standar padat tebar (50 ekor/m²) dan pH ideal (6,5-9) bagi ikan gabus. |
13 | Doni & Rahman (2020) | Sistem Monitoring Tanaman Hidroponik Berbasis IoT Menggunakan NodeMCU ESP8266 | NodeMCU, ESP8266, IoT | Monitoring suhu dan kelembapan udara untuk optimasi pertumbuhan selada. |
14 | Al Husaini dkk. (2021) | Otomatisasi Monitoring Metode Budidaya Hidroponik Berbasis Android MQTT dan Tenaga Surya | Android MQTT, Panel Surya | Efisiensi transmisi data protokol MQTT pada sistem bertenaga surya. |
15 | Ridha dkk. (2025) | Monitoring dan Pengendalian Sistem Hidroponik DFT Menggunakan Metode Rule Based | ESP32, Rule Based, DFT | Logika "jika-maka" untuk aktivasi pompa asam/basa secara otomatis. |
16 | Suprijadi dkk. (2009) | Sistem Kontrol Nutrisi Hidroponik Dengan Menggunakan Logika Fuzzy | Logika Fuzzy, Sistem NFT | Penyesuaian hara otomatis yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman. |
17 | Dodo & Lukman (2021) | Pengaruh Pemberian Nutrisi Cair AB Mix dan Media Tanam Terhadap Tanaman Selada | Eksperimental, Teknik DFT | Konsentrasi AB Mix 1200 ppm memberikan hasil biomassa selada terbaik. |
18 | Ibadarrohman dkk. (2018) | Sistem Kontrol dan Monitoring Hidroponik berbasis Android | Android, Arduino Uno | Kendali pompa dan pemantauan parameter hara jarak jauh melalui ponsel. |
19 | Harsela (2022) | Sistem Hidroponik Menggunakan NFT Untuk Produksi dan Hasil Tanaman Selada | Kualitatif, Teknik NFT | Analisis fase pertumbuhan vegetatif selada pada aliran air nutrisi dangkal. |
20 | Rafidah & Wagyana (2020) | Rancang Bangun Sistem Pemantau Nutrisi Berbasis Modul Long Range (LoRa) | Modul LoRa, Gateway | Transmisi data nutrisi jarak jauh tanpa ketergantungan pada koneksi WiFi. |
21 | Alam & Nasuha (2020) | Sistem Pengendali pH Air menggunakan Fuzzy Logic berbasis IoT | NodeMCU, Blynk, Fuzzy Logic | Mitigasi kerusakan akar akibat pH ekstrim (pH 2-3) dalam hitungan detik. |
22 | Utama dkk. (2023) | Sistem Pemantau dan Pengontrol Suhu dan pH Air Otomatis pada Budidaya Ikan Gabus | Arduino Uno, WiFi ESP8266 | Penentuan parameter ideal ikan gabus: suhu 25-32°C dan pH 4.5-6. |
23 | Dinata dkk. (2023) | Pemanfaatan Lahan dengan Hidroponik serta Penerapan Ekonomi Kreatif di Medokan Ayu | Pemberdayaan Masyarakat | Solusi ketahanan pangan melalui sistem hidroponik di lahan sempit. |
24 | Salawa dkk. (2023) | Perlakuan Nutrisi dan Media Tanam Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bawang Merah | Eksperimental Pertanian | Optimasi media arang sekam dan cocopeat untuk budidaya sistem air. |
25 | Ningtias dkk. (2021) | Rancang Bangun Sistem Pemantauan Hidroponik Secara Vertikal pada Kangkung | IoT, Sistem Vertikal | Pemantauan nutrisi pada model tanam bertingkat untuk penghematan lahan. |
26 | Rachmini dkk. (2025) | Rancang Bangun Smart-Ponik Untuk Automatisasi Tanaman Berbasis IoT dengan Protokol MQTT | Arduino R4, MQTT, R&D | Evaluasi protokol MQTT dengan latensi sangat rendah (0 detik). |
27 | Handi (2018) | Sistem Pemantauan Menggunakan Blynk Dan Pengendalian Penyiraman Jamur dengan Logika Fuzzy | NodeMCU, Blynk, Fuzzy Sugeno | Monitoring mikroklimat (suhu/lembab) dengan mekanisme pengkabutan otomatis. |
28 | Joshuandi Putra (2023) | Rancang Bangun Alat Monitoring Pengisian Air Otomatis Berbasis IoT | ESP32, Ultrasonik, Blynk | Menjaga stabilitas volume air tandon secara otomatis melalui notifikasi IoT. |
29 | Dhrubo & Qayum (2025) | STM32-Based IoT Framework for Real-Time Environmental Monitoring | STM32, Wireless Node Sync | Kerangka kerja IoT real-time yang stabil menggunakan arsitektur mikrokontroler STM32. |
30 | STMicroelectronics (2026) | UM1472 User manual: Discovery kit with STM32F407VG MCU | Data Teknis (Datasheet) | Spesifikasi inti ARM Cortex-M4 168 MHz sebagai pusat kendali utama. |
31 | Raspberry Pi Ltd (2026) | Raspberry Pi 4 Model B Product Brief | Data Teknis (Datasheet) | Spesifikasi CPU quad-core 1,8 GHz sebagai gateway IoT performa tinggi. |
32 | Nayyar (2025) | STM32-based IoT Monitoring System for an Indoor Plant | STM32, IoT Cloud | Implementasi STM32 untuk pemrosesan data sensor tanaman dalam ruangan. |
33 | Arduino (2026) | How to use a PH probe and sensor | Dokumentasi Teknis | Panduan kalibrasi dan kompensasi suhu untuk akurasi pembacaan probe pH. |
34 | Liu (2026) | Digital-output Relative Humidity & Temperature Sensor DHT22 | Data Teknis (Datasheet) | Karakteristik sensor digital dengan akurasi tinggi (±0,5°C) untuk iklim mikro. |
35 | DFRobot (2018) | Gravity: Analog TDS Sensor for Arduino (SEN0244) | Data Teknis (Datasheet) | Pengukuran mineral hara air menggunakan sinyal eksitasi AC anti-polarisasi. |
36 | Multicomp (2012) | Float Sensor Specifications: Magnetic Level Sensor Series | Data Teknis (Datasheet) | Mekanisme reed switch magnetik untuk proteksi pompa dan level air kolam. |
5. Metodologi Penelitian
5.1
Alur
Penelitian (Metode Pengembangan Sistem)
Gambar
3.1 Flowchart Alur Penelitian
Penelitian ini
menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan
pendekatan model prototipe iteratif, yang terdiri atas lima tahap utama:
identifikasi masalah, studi literatur, perancangan sistem, implementasi, serta
pengujian dan analisis. Tahap identifikasi masalah dilakukan melalui observasi
lapangan yang menemukan dua permasalahan pokok dalam budidaya akuaponik
konvensional, yaitu ketidakstabilan pH larutan hara pasca filtrasi dan
keterbatasan pemantauan manual yang rentan terhadap kelalaian operator,
kemudian diperkuat dengan studi literatur mengenai mikrokontroler STM32F407,
Raspberry Pi 4 sebagai gateway IoT, serta protokol komunikasi berbasis
cloud.
Pada tahap
perancangan, penelitian mencakup pembuatan skematik rangkaian elektronik,
perancangan arsitektur komunikasi serial (UART) antara STM32F407 dan
Raspberry Pi 4, serta desain mekanik instalasi akuaponik menggunakan teknik Deep
Flow Technique (DFT). Tahap implementasi kemudian merealisasikan rancangan
tersebut melalui perakitan sensor pH (PH-4502C), TDS, DHT22, dan water
float, integrasi aktuator pompa melalui modul relay, serta
penulisan firmware algoritma kendali pada STM32F407. Sistem
mengimplementasikan metode Threshold-Based Control yang memungkinkan
mikrokontroler mengambil keputusan secara otomatis berdasarkan nilai ambang
batas yang telah dikonfigurasi, tanpa bergantung pada koneksi internet,
sehingga keandalan dan kecepatan respons sistem tetap terjamin.
Tahap akhir berupa
pengujian sistem melalui kalibrasi akurasi sensor terhadap alat ukur standar
serta pengujian responsivitas aktuator terhadap fluktuasi parameter kualitas
air dan iklim mikro. Hasil pengujian dianalisis secara kuantitatif untuk
memverifikasi kemampuan sistem beroperasi secara optimal dalam siklus kontinu
dua puluh empat jam, sekaligus memvalidasi efektivitasnya dalam meminimalkan
risiko kegagalan budidaya akibat kelalaian manusia (human error).
5.2.1 Skema Wiring Sistem
Gambar 3.2 Skema Wiring
Sistem
Sistem kontrol dan
pemantauan akuaponik berbasis Internet of Things (IoT) ini dirancang
untuk beroperasi secara otomatis selama dua puluh empat jam penuh guna menjaga
stabilitas parameter kualitas hara dan kondisi lingkungan ekosistem akuaponik.
Alur kerja sistem secara keseluruhan dibagi menjadi empat tahap utama, yaitu:
Inisialisasi, Akuisisi Data, Pengambilan Keputusan, dan Transmisi Data IoT.
·
Tahap
Inisialisasi
Pada saat sistem
dinyalakan, unit mikrokontroler STM32F407 menjalankan proses inisialisasi
terhadap seluruh sensor dan aktuator yang terhubung. Pada tahap ini, nilai
ambang batas (threshold) untuk setiap parameter ditetapkan ke dalam
memori mikrokontroler, meliputi: pH pada rentang 6,0–7,0; konsentrasi nutrisi
pada rentang 800–1200 PPM; suhu udara dengan batas atas 30°C; serta level
ketinggian air kolam pemeliharaan. Secara bersamaan, unit Raspberry Pi 4
membangun koneksi nirkabel ke jaringan internet dan menginisialisasi jalur
komunikasi serial (UART) sebagai antarmuka pertukaran data dengan
STM32F407.
· Tahap Akuisisi Data
Pada tahap ini,
STM32F407 bertugas mengambil data secara real-time dari lapisan persepsi
sistem. Proses pembacaan sensor dilakukan terhadap empat variabel utama sebagai
berikut.
- Sensor pH (PH-4502C) digunakan untuk
mengukur tingkat keasaman larutan pada bak penampungan pasca proses
filtrasi.
- Sensor TDS (Total Dissolved Solids)
digunakan untuk mendeteksi kepekatan nutrisi dalam satuan PPM (Parts
Per Million) pada air sirkulasi.
- Sensor DHT22 digunakan untuk memantau suhu
dan kelembapan udara di area perakaran dan kubung tanaman.
- Sensor Water Float digunakan untuk
mendeteksi level ketinggian air pada kolam pemeliharaan ikan.
· Tahap Pengambilan Keputusan
STM32F407 berfungsi sebagai unit pengambil keputusan otomatis dengan
mengimplementasikan metode berbasis ambang batas (threshold-based control)
menggunakan logika kondisional if-then. Mekanisme ini dirancang untuk
beroperasi secara independen tanpa bergantung pada koneksi internet, sehingga
waktu respons terhadap aktuator menjadi lebih cepat dan stabil. Logika kendali
yang diterapkan adalah sebagai berikut.
- Kontrol pH: Apabila nilai pH yang
terdeteksi kurang dari 6,0, mikrokontroler mengaktifkan dosing pump
larutan basa. Sebaliknya, apabila nilai pH melebihi 7,0, dosing pump
larutan asam akan diaktifkan hingga kondisi pH kembali berada dalam
rentang yang telah ditetapkan.
- Kontrol Nutrisi: Apabila kadar TDS yang
terdeteksi kurang dari 800 PPM, pompa nutrisi AB Mix diaktifkan secara
otomatis untuk meningkatkan kepekatan hara dalam larutan, dan akan
dinonaktifkan secara otomatis apabila nilai TDS telah mencapai target yang
ditentukan.
- Kontrol Iklim Mikro: Apabila suhu udara
melebihi 30°C atau kelembapan relatif berada di bawah 60%, STM32F407
mengaktifkan misting pump untuk menyemprotkan kabut air guna
menurunkan suhu di sekitar area tanaman.
- Kontrol Volume Air: Apabila sensor
pelampung mendeteksi kondisi air surut (LOW), pompa pengisi air
diaktifkan secara otomatis untuk mengembalikan volume air kolam ke level
yang optimal.
· Tahap Komunikasi IoT dan Pemantauan Jarak Jauh
Seluruh
data hasil pembacaan sensor beserta status aktuator dikirimkan oleh STM32F407
ke Raspberry Pi 4 melalui komunikasi serial (UART). Raspberry Pi 4
berperan sebagai IoT gateway yang meneruskan data tersebut ke platform
cloud — seperti Blynk atau dashboard berbasis web — secara
nirkabel. Melalui mekanisme ini, pengguna dapat memantau kondisi ekosistem
akuaponik secara jarak jauh dan menerima notifikasi kritis melalui perangkat smartphone,
sehingga risiko kegagalan sistem akibat kelalaian manusia (human error)
dapat diminimalkan secara signifikan.
· Tampilan Lokal dan Siklus Pengulangan
Sebagai sarana
pemantauan fisik langsung di lokasi instalasi, data parameter harian juga
ditampilkan pada modul LCD 16×2. Setelah menyelesaikan satu siklus penuh,
sistem secara otomatis kembali ke tahap akuisisi data dan mengulang seluruh
siklus operasi secara kontinu. Mekanisme pengulangan ini memastikan seluruh
parameter ekosistem akuaponik senantiasa terjaga dalam kondisi optimal.
5.2.2 Diagram Blok Kerja Sistem
Gambar 3.3 Diagram Blok Sistem
Diagram blok pada Gambar 3.3 menunjukkan
arsitektur sistem kontrol dan monitoring akuaponik berbasis metode ambang batas
(threshold-based control). Sistem bekerja secara closed-loop (umpan balik), di
mana kondisi lingkungan akuaponik dipantau secara terus-menerus oleh sensor,
kemudian dibandingkan dengan nilai acuan (setpoint). Selanjutnya,
mikrokontroler menentukan aksi pengendalian sehingga kondisi sistem tetap
berada pada rentang yang diinginkan.
1. Masukan (Setpoint)
Masukan merupakan nilai acuan atau setpoint yang digunakan sebagai batas
pengendalian sistem. Setpoint ini meliputi batas minimum dan maksimum beberapa
parameter lingkungan, seperti:
- pH larutan
nutrisi,
- konsentrasi
nutrisi (TDS),
- suhu udara,
- kelembapan
udara, dan
- tinggi
permukaan air kolam.
Nilai-nilai tersebut menjadi referensi dalam proses pengambilan
keputusan oleh sistem kontrol.
2. Komparator
Komparator berfungsi membandingkan data hasil pembacaan sensor dengan
nilai setpoint yang telah ditentukan. Hasil perbandingan ini menghasilkan
kondisi apakah parameter berada di bawah, di atas, atau masih berada dalam
rentang yang diizinkan. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke bagian
kontroler sebagai dasar pengambilan keputusan.
3. Kontroler
Kontroler menggunakan mikrokontroler STM32F407 yang menjalankan
algoritma metode ambang batas (if–else). Berdasarkan hasil perbandingan pada
komparator, STM32 menentukan aktuator mana yang harus diaktifkan atau
dimatikan. Dengan demikian, kontroler menjadi pusat pengendali seluruh proses
otomatis pada sistem akuaponik.
4. Aktuator
Aktuator merupakan perangkat yang menerima perintah dari kontroler untuk
melakukan tindakan pengendalian terhadap sistem. Aktuator yang digunakan
meliputi:
- Dosing Pump
Asam untuk menurunkan nilai pH,
- Dosing Pump
Basa untuk menaikkan nilai pH,
- Pompa Nutrisi
AB Mix untuk menambahkan nutrisi,
- Misting Pump
untuk mengatur suhu dan kelembapan udara, serta
- Pompa Pengisi
Air Kolam untuk menjaga volume air tetap stabil.
5. Plant (Sistem Akuaponik)
Plant merupakan objek yang dikendalikan oleh sistem, yaitu keseluruhan
instalasi akuaponik. Plant terdiri atas:
- bak nutrisi
yang dipantau berdasarkan nilai pH dan TDS,
- area tanaman
yang dipantau berdasarkan suhu dan kelembapan udara, serta
- kolam ikan
yang dipantau berdasarkan tinggi permukaan air.
Kinerja plant dipengaruhi secara langsung oleh aktuator sehingga kondisi
lingkungan dapat dipertahankan sesuai kebutuhan tanaman dan ikan.
6. Keluaran (Kondisi Sistem)
Keluaran merupakan kondisi aktual sistem setelah proses pengendalian
dilakukan. Nilai keluaran berupa parameter lingkungan seperti pH, TDS, suhu,
kelembapan, dan level air yang telah mengalami perubahan akibat kerja aktuator.
7. Umpan Balik (Feedback)
Data keluaran kemudian dibaca kembali oleh sensor dan dikirimkan ke
kontroler sebagai umpan balik (feedback). Data ini dibandingkan kembali dengan
nilai setpoint pada komparator sehingga proses pengendalian berlangsung secara
berulang (closed-loop control). Mekanisme ini memungkinkan sistem
melakukan penyesuaian secara otomatis apabila terjadi perubahan kondisi
lingkungan, sehingga parameter akuaponik tetap berada pada rentang yang telah
ditentukan.
Siklus tersebut berlangsung secara terus-menerus selama sistem aktif sehingga kondisi pH, nutrisi, suhu, kelembapan, dan volume air dapat dikendalikan secara otomatis sesuai metode ambang batas yang diterapkan. Dengan mekanisme umpan balik ini, sistem mampu menjaga kestabilan lingkungan akuaponik tanpa memerlukan intervensi pengguna secara terus-menerus.
5.2.3 Flowchart Kerja Sistem
Gambar 3.4 Flowchart
Kerja Sistem
Berdasarkan diagram alir (flowchart) sistem kerja pada Gambar
[Nomor Gambar], seluruh proses pengendalian pada sistem Smart Akuaponik
berbasis IoT ini diatur secara otomatis menggunakan logika kontrol berbasis
ambang batas (Threshold-Based Control Logic) dengan mikrokontroler STM32
sebagai pusat pemrosesan data utama.
Secara rinci, tahapan kerja sistem dapat dijabarkan menjadi beberapa
sub-proses berikut:
1. Tahap Inisialisasi
Sistem (Initialization)
Proses diawali dengan kondisi MULAI saat sistem pertama kali diberikan
catu daya. Mikrokontroler langsung melakukan inisialisasi terhadap seluruh
parameter sistem, yang meliputi:
- Penetapan nilai ambang batas (set
point/threshold) untuk masing-masing parameter lingkungan (batas
minimum/maksimum pH, batas maksimum suhu, batas minimum kelembapan udara,
dan status tinggi muka air).
- Mengaktifkan jalur komunikasi serial UART
antara STM32 dan Raspberry Pi 4.
- Mengaktifkan driver dan pin input/output
(I/O) untuk memulai pembacaan sensor dan kendali aktuator.
2. Tahap Akuisisi Data
Sensor (Data Acquisition)
Setelah inisialisasi selesai, STM32 secara berkala melakukan pembacaan
data analog dan digital dari tiga jenis sensor utama:
- Sensor pH: Mengukur tingkat keasaman atau
kebasaan pada bak penampung nutrisi tanaman.
- Sensor DHT: Mengukur suhu mikro dan
kelembapan udara (relative humidity) di sekitar area perakaran/daun
tanaman.
- Water Float Sensor: Sensor mekanik tipe
pelampung untuk mendeteksi level batas aman volume air pada kolam budidaya
ikan.
3. Tahap Komunikasi
Data dan Integrasi IoT (IoT Monitoring)
Secara simultan setelah sensor dibaca, data mentah (raw data)
dikirimkan oleh STM32 ke Raspberry Pi 4 memanfaatkan komunikasi serial.
Raspberry Pi 4 bertindak sebagai gateway IoT yang bertugas memproses
data tersebut, lalu mengunggahnya (upload) ke Cloud Server
melalui jaringan internet sehingga data kondisi akuaponik dapat dipantau (monitoring)
secara real-time lewat Dashboard IoT.
4. Tahap Logika
Pengambilan Keputusan (Decision Making & Actuation)
Data yang telah dibaca oleh STM32 kemudian dievaluasi menggunakan
percabangan logika kondisi (if-else statement) untuk menggerakkan
aktuator secara otomatis:
- Blok Pengendalian pH Nutrisi:
- Jika nilai pH terdeteksi lebih kecil dari
batas minimum (terlalu asam), sistem memicu kondisi Ya untuk
mengeksekusi perintah Aktifkan Dosing Pump Basa guna mengalirkan cairan
penaik pH.
- Jika kondisi pertama tidak terpenuhi (Tidak),
sistem memeriksa apakah nilai pH lebih besar dari batas maksimum (terlalu
basa). Jika Ya, sistem mengeksekusi perintah Aktifkan Dosing Pump
Asam guna mengalirkan cairan penurun pH.
- Apabila nilai pH berada di antara batas
minimum dan maksimum (kondisi normal), maka sistem masuk ke kondisi Tidak
yang kedua dan memerintahkan untuk Matikan Kedua Dosing Pump.
- Blok Pengendalian Iklim Mikro (Suhu &
Kelembapan):
- Sistem mengevaluasi kondisi sensor DHT.
Jika nilai Suhu > Batas Maksimum ATAU Kelembapan < Batas Minimum,
maka sistem mendeteksi cuaca terlalu panas/kering dan mengeksekusi
perintah Aktifkan Misting Pump (pompa pengkabut air) untuk menurunkan
suhu sekitar tanaman.
- Jika kondisi ruangan dinilai masih ideal
(Tidak), sistem menjalankan perintah Matikan Misting Pump.
- Blok Pengendalian Volume Air Kolam:
- Sistem mengevaluasi input digital dari Water
Float Sensor. Jika sensor mendeteksi kondisi air surut / berada pada
posisi bawah (LOW), sistem langsung mengeksekusi perintah Aktifkan
Pompa Pengisi Air Kolam.
- Sebaliknya, jika sensor mendeteksi volume
air sudah cukup / pelampung berada di posisi atas (HIGH), perintah
yang dijalankan adalah Matikan Pompa Pengisi Air.
5. Tahap Perulangan
Sistem (Looping Delay)
Setelah seluruh aktuator merespons sesuai dengan kondisi sensor saat
itu, alur program akan melewati tahapan Delay / Tunggu Siklus Berikutnya. Waktu
tunda (delay) ini diterapkan untuk memberikan jeda waktu homogenisasi
cairan nutrisi dan stabilisasi lingkungan sebelum mikrokontroler kembali ke
tahap Baca Data Sensor (STM32). Proses ini berjalan secara terus-menerus (looping)
selama sistem aktif untuk menjamin stabilitas ekosistem akuaponik secara
mandiri (fully automated).
5.3 Perancangan
Logika Kontrol (Metode Ambang Batas)
Metode Ambang Batas (Threshold-Based Control)
diterapkan dengan logika keputusan "Jika-Maka" (if-then) pada
unit STM32F407. Berikut adalah definisi variabel ambang batas yang digunakan untuk
menjaga stabilitas ekosistem akuaponik [Gemini history, 3, 7, 335]:
Kontrol Derajat Keasaman (pH) di Bak Penampung Logika ini bertujuan
menjaga stabilitas hara pasca filtrasi:
·
Jika pH
< 6,0: STM32 memerintahkan dosing pump Basa untuk ON.
·
Jika pH
> 7,0: STM32 memerintahkan dosing pump Asam untuk ON.
·
Kondisi
Stabil (6,0 – 7,0): Semua pompa pengatur pH dalam kondisi OFF.
Kontrol Nutrisi (TDS/PPM):
· Jika TDS < 800 PPM: Pompa nutrisi AB Mix
aktif (ON) untuk menambah kepekatan hara.
· Jika TDS ≥ 1200 PPM: Pompa nutrisi nonaktif
(OFF).
Kontrol Iklim Mikro (Sensor DHT22):
·
Jika Suhu
Udara > 30°C atau Kelembapan < 60%: STM32 mengaktifkan misting pump
untuk menyemprotkan kabut air agar tanaman tetap segar.
Kontrol Volume Air Kolam (Water Float Sensor):
·
Jika
Pelampung mendeteksi level rendah (LOW): Aktifkan pompa pengisi air kolam untuk
menjamin volume tetap stabil.
·
Jika
Pelampung mendeteksi level penuh (HIGH): Matikan pompa pengisi air.
7. Daftar Pustaka
[1] U.
Umar, A. Al Farouq, H. Widyantara, A. Ramadhana, and K. Putra, “RANCANG BANGUN
SISTEM KONTROL DAN MONITORING PH, SUHU AIR DAN TDS PADA SISTEM AKUAPONIK
BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT),” Jurnal Teknologi Terapan) |, vol.
10, no. 1, 2024.
[2] A.
Pramana, E. Rizki Dalimunthe, and S. Styawati, “Teknologi Pemberian Nutrisi
Ikan Lele dan Tanaman Kangkung pada Sistem Aquaponik Menggunakan Teknologi
IoT,” Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, vol. 5, no. 3, pp.
813–829, Mar. 2025, doi: 10.52436/1.jpti.708.
[3] H. N.
Shobihah, A. Yustiati, and D. Y. Andriani, “PRODUKTIVITAS BUDIDAYA IKAN DALAM
BERBAGAI KONSTRUKSI SISTEM AKUAPONIK (REVIEW),” Jurnal Akuatika Indonesia,
vol. 7, no. 1, 2022.
[4] S.
Widyadari and R. M. Sultoni, “Implementasi Sistem Kontrol dan Monitoring PH dan
Suhu Air Pada Sistem Smart Aquaponic Berbasis Mikrokontroler Esp32,” JURNAL
TEKNOLOGI INDUSTRI, vol. 15, no. 1, pp. 37–46, Mar. 2026, doi:
10.35968/jti.v15i1.1929.
[5] Muh.Fikri,
“PENGARUH NUTRISI BAGI PERTUMBUHAN TANAMAN,” no. Nurisi Pertumbuhan Tanaman,
pp. 1–8, 2022.
[6] K.
Ashari and A. H. Mujianto, “IMPLEMENTASI IOT DAN FUZZY MAMDANI UNTUK
PENGENDALIAN PH DAN NUTRISI DALAM PERTANIAN HIDROPONIK BERBASIS SISTEM
OTOMATIS,” Oct. 2025.
[7] K. Ph
et al., “Implementasi Panel Surya Sebagai Sumber Energi pada Sistem,” Ktrl.Inst
(J.Auto.Ctrl.Inst), vol. 11, no. 2, p. 2019.
[8] Y.
Winata, “PERANCANGAN SISTEM BRAIN COMPUTER INTERFACE BERBASIS
ELECTROENCEPHALOGRAPHY UNTUK PENGOPERASIAN ROBOT LENGAN MENGGUNAKAN METODE
THRESHOLD,” Padang, Dec. 2021.
[9] M.
Gregoryan, “Sistem Kontrol dan Monitoring Ph Air serta Kepekatan Nutrisi pada
Budidaya Hidroponik Jenis Sayur dengan Teknik Deep Flow Techcnique.”
[10] A. A.
Mas’ud1 and R. P. Astutik2, “RANCANG BANGUN SISTEM
MONITORING DAN KONTROL AKUAPONIK BERBASIS IOT DESIGN AND DEVELOPMENT OF AN
IOT-BASED AQUAPONICS MONITORING AND CONTROL SYSTEM,” Journal of Information
Technology and Computer Science (INTECOMS, vol. 9, no. 1, 2026.
[11] N.
Aziezah, W. Sholihah, I. Novianty, M. Romadhona, and A. Mardiyono, “Sipekernik:
Sistem Pemantau Kekeruhan Air dan Pengairan pada Akuaponik Menggunakan Sensor
Turbidity, LDR dan Water Level,” JTIM : Jurnal Teknologi Informasi dan
Multimedia, vol. 4, no. 4, pp. 261–271, Feb. 2023, doi:
10.35746/jtim.v4i4.324.
[12] Mudlofar
Farid, Hutagalung Rizal, Suparmin, and Setiawan Agus, “PEMANFAATAN LAHAN
PERKOTAAN UNTUK APLIKASI BUDIDAYA IKAN GABUS DENGAN SISTEM AKUAPONIK,” Jan.
2021.
[13] R.
Doni and M. Rahman, “Sistem Monitoring Tanaman Hidroponik Berbasis Iot
(Internet of Thing) Menggunakan Nodemcu ESP8266,” 2020.
[14] M. Al
Husaini, A. Zulianto, and D. A. Sasongko, “Otomatisasi Monitoring Metode
Budidaya Sistem Hidroponik dengan Internet of Things (IoT) Berbasis Android
MQTT dan Tenaga Surya”, [Online]. Available: http://sostech.greenvest.co.id
[15] R.
Ridha, M. Ula, and Z. Yunizar, “Monitoring dan Pengendalian Sistem Hidroponik
Deep Flow Technique (DFT) Pada Tanaman Melon Menggunakan Metode Rule Based
Berbasis Internet of Thinks,” Jurnal Ilmiah Global Education, vol. 6,
no. 3, pp. 1784–1791, Sep. 2025, doi: 10.55681/jige.v6i3.4158.
[16] N.
Nuraini, dan M. Yusuf, K. Keahlian Fisika Teoritik Energi Tinggi dan
Instrumentasi, and K. Keahlian Matematika Industri dan Keuangan, “Sistem
Kontrol Nutrisi Hidroponik Dengan Menggunakan Logika Fuzzy,” Ktrl.Inst
(J.Auto.Ctrl.Inst), vol. 1, no. 1, 2009.
[17] Dodo
and Lukman, “PENGARUH PEMBERIAN NUTRISI CAIR HIDROPONIK (AB MIX) DAN BEBERAPA
MEDIA TANAM TERHADAP TANAMAN SELADA”.
[18] N.
Sultan Salahuddin and A. Kowanda, “Sistem Kontrol dan Monitoring Hidroponik
berbasis Android,” 2018.
[19] C. N.
Harsela, “Sistem Hidroponik Menggunakan Nutrient Film Technique Untuk Produksi
dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.),” Syntax Literate ; Jurnal
Ilmiah Indonesia, vol. 7, no. 11, pp. 17136–17144, Nov. 2022, doi:
10.36418/syntax-literate.v7i11.11983.
[20] S. R.
Rafidah and A. Wagyana, “Rancang Bangun Sistem Pemantau dan Pengendali Nutrisi
Tanaman Hidroponik Berbasis Modul Long Range (LoRa).”
[21] “View
of Sistem Pengendali pH Air dan Pemantauan Lingkungan Tanaman Hidroponik
menggunakan Fuzzy Logic berbasis IoT”.
[22] E. D.
Meutia, M. Y. Utama, R. Munadi, and M. Irhamsyah, “Sistem Pemantau dan
Pengontrol Suhu dan pH Air Otomatis pada Budidaya Ikan Gabus,” Journal of
Engineering and Science, vol. 2, no. 2, pp. 59–68, Dec. 2023, doi:
10.56347/jes.v2i2.143.
[23] A. P.
Dinata et al., “PEMANFAATAN LAHAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM HIDROPONIK
SERTA PENERAPAN EKONOMI KREATIF DI KELURAHAN MEDOKAN AYU,” 2023. [Online].
Available: https://jurnalfkip.samawa-university.ac.id/karya_jpm/index
[24] S.
Salawa, A. Inayatillah, and S. Zuliati, “Perlakuan Nutrisi dan Media Tanam
Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L. var.
aggregatum) pada Budidaya Secara Hidroponik,” Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Agroekoteknologi, vol. 2, no. 4, pp. 99–104, 2023, doi:
10.29103/jimatek.v2i4.18317.
[25] A.
Ningtias, R. Salam, and E. Rosdiana, “RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAUAN
HIDROPONIK SEDERHANA SECARA VERTIKAL PADA TANAMAN KANGKUNG BERBASIS IOT (DESIGN
OF SIMPLE HYDROPONIC VERTICAL MONITORING SYSTEM ON IOT-BASED WATER SPINACH
PLANTS),” Bandung, Oct. 2021.
[26] S. A.
Rachmini, Muh. R. Rasyid, C. N. Insani, and A. Rabbani, “Rancang Bangun dan
Evaluasi Sistem Smart-Ponik Untuk Monitoring dan Automatisasi Tanaman
Hidroponik Berbasis IOT dengan Protokol MQTT QTT,” Journal of Applied
Computer Science and Technology, vol. 6, no. 2, pp. 141–148, Dec. 2025,
doi: 10.52158/tpd2rq94.
[27] Handi,
“SISTEM PEMANTAUAN MENGGUNAKAN BLYNK DAN PENGENDALIAN PENYIRAMAN TANAMAN JAMUR
DENGAN METODE LOGIKA FUZZY,” Malang, Dec. 2018.
[28] L.
Tugas Akhir, “Rancang Bangun Alat Monitoring Pengisian Air Otomatis Berbasis
IoT (Internet of Things),” 2023.
[29] A. F.
H. Dhrubo and M. A. Qayum, “STM32-Based IoT Framework for Real-Time
Environmental Monitoring and Wireless Node Synchronization,” Oct. 2025,
[Online]. Available: http://arxiv.org/abs/2506.17295
[30] “UM1472
User manual Discovery kit with STM32F407VG MCU,” 2026. [Online]. Available:
www.st.com
[31] “Raspberry
Pi 4 Model B,” 2026.
[32] K. K.
N, “International Journal of INTELLIGENT SYSTEMS AND APPLICATIONS IN
ENGINEERING STM32-based IoT Monitoring System for an Indoor Plant.” [Online].
Available: www.ijisae.org
[33] “How
to use a PH probe and sensor.” [Online]. Available:
https://www.arduino.cc/en/Tutorial/ReadAnalogVoltage
[34] T.
Liu, “Digital-output relative humidity & temperature sensor/module DHT22
(DHT22 also named as AM2302) Capacitive-type humidity and temperature
module/sensor.”
[35] “18e98306e1c1a880”.
[36] “Float
Sensor Specifications,” 2012. [Online]. Available:
www.element14.comwww.farnell.com
Komentar
Posting Komentar